Rabu, 26 Februari 2014

GASA RAN ADAT SUNDA

GASA RAN ADAT SUNDA





Gusaran - Gasaran adalah salah satu ritual tradisional Jawa Barat, tetapi tidak semua wilayah Jawa Barat melakukan ritual seperti itu. Ciamis adalah salah satu daerah yang melakukan ritual yang telah dikenal sejak Islam masuk ke istana Sunda tersebut, tetapi sampai sekarang tidak diketahui dengan pasti kapan ritual itu sudah ada dan dimulai di tanah Sunda.

"Gusaran - Gasaran yaitu menggosok batu di gigi, di masa lalu alat yang digunakan bukan batu tetapi koin yang terbuat dari tembaga yang disebut uang Bengali, di masa lalu gusaran hanya digunakan untuk anak perempuan seperti halnya sunatan yang dilakukan oleh anak laki-laki.

Secara mistis gusaran dibuat dengan tujuan mencari diri sendiri. keselamatan semua gangguan yang dalam kehidupan mereka, agar selalu aman, jauh dari gangguan iblis dan penolak bala, "kata Dadan Gunawan, profesor seni dan budaya di sekolah menengah dan sekolah menengah di Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat.

Gusaran - Gasaran ini biasanya dilakukan dengan perayaan yang cukup mewah. Kemewahan acara ini tergantung pada ukuran ekonomi yang melakukannya. Jika Anda mampu, akan ada hiburan seperti pertunjukan golek, rempak gendang atau jaipong. Orang yang diundang ke acara ini akan datang dan umumnya membawa baskom berisi nasi dan nasi dengan makanan lain, seperti rengginang, opak rempeyek dan pisang. Ketika mereka berada di tempat hajat, bak berisi nasi dan makanan lainnya dipisahkan oleh ibu yang mengelola makanan di tempat mereka tinggal. Ketika kembali, mereka akan bertukar dengan isi makanan yang tersedia di tempat perayaan, seperti nasi, ayam rebus, sayuran, telur, dan lainnya, tergantung tempat perayaannya.

"Dalam ritual, doa-doa yang ditujukan oleh para penatua tradisional akan dibaca, yaitu, membaca istigfar 3 kali, kemudian kredo dan kemudian membaca doa-doa ucapan selamat, gusti yang mengampuni dosa abdi sadaya, yang berarti bahwa Allah mengampuni dosa-dosa kita dan semoga Allah mengabulkan semua doa kita, "kata Dadan Gunawan.

Setelah berakhir, ada ritual dalam bahasa Sunda yang disebut "nyawer". Nyawer menyebarkan uang pada seorang anak -anak. Saweran akan membuat anak-anak bahkan orang tua yang ada di sana berebut untuk mendapatkannya. Maksud dari itu semua adalah, agar kehidupan anak akan dipenuhi dengan berkah, cukup uang, cukup untuk makan, yang pada dasarnya semua sudah cukup.

Sebelum perayaan, para orang tua dari anak-anak yang akan gusaran akan melakukan serangkaian ritual, seperti pergi ke kuburan dengan makna meminta berkah kepada leluhur yang sudah meninggal sehingga mereka menerima kelancaran dalam acara tersebut. Memotong rambut kecil di dahi dengan tujuan memurnikan diri, di mana rambut yang tumbuh di dahi masih bawaan untuk bayi, sehingga harus dikerok untuk tumbuh lagi sehingga menjadi suci lagi. Yang terakhir adalah ngagerek atau pembersihan korteks gigi dengan koin dengan maksud dimurnikan sehingga gigi terlihat bersih dan rata.

Makna gusaran pada saat ini masih sangat signifikan bagi masyarakat Sunda karena selama ini masih banyak orang Sunda yang menjadikan kebiasaan ini. Arti Gusaran adalah bahwa anak-anak diingatkan bahwa mereka bukan lagi anak kecil, tetapi seorang umat Islam yang sudah mencapai baligh sehingga harus selalu memenuhi kewajiban mereka sebagai Muslim.

the secret of how gadgets can dominate the market

the secret of how gadgets can dominate the market the secret of how gadgets can dominate the market _ Thе development of tесhnоlоgу...